Rabu, 30 April 2014

Catatan mimpi lampau #1

Tiba-tiba saja berada di dalam sebuah sekolahan berlantai tiga menonton sebuah ajang silat di lantai paling atas yang di adakan pihak sekolah, lalu tiba-tiba sebuah cincin menyala sangat terang berwarna hijau menyinari seisi sekolah tersebut hingga aku tak dapat menatap apa-apa selain warna hijau yang sangat terang dan pekat, namun sangat aneh hanya aku yang dapat melihatnya, orang lain terlihat biasa-biasa saja, setelah bertarung laki-laki yang mengenakan cincin itu pergi meninggalkan arena entah kemana perginya, aku masih termenung dengan kejadian tersebut dan yang membuat aku tidak habis pikir lelaki tersebut secara mengejutkan berada di belakangku lalu menepuk pundakku.
entah knapa keesokan harinya secara aneh tiba-tiba aku sudah menjadi warga sekolah tersebut dan sering berpapasan dengan orang yang mengenakan cincin itu, mencari tahu dengan sembunyi-sembunyi bagai mana cara ia bisa dapat seperti itu, hingga suatu ketika akhirnya kami secara tidak sengaja berjumpa di lantai paling atas sekolah.
Bersambung

Sabtu, 12 April 2014

Sekutip kata dalam buku merah

Kulewati jalan ini menuju fajar penuh cahaya.
angin akan menerpa wajahku bersama tahun-tahun yang akan berlalu.
di sini lah aku.
akankah KAU kirimkan malaikat padaku !
di sini lah aku di tanah yang begitu kusam,
kata orang bijak; temukanlah tempatmu di mata badai, carilah mawar sepanjang jalan tapi hati-hatilah dengan durinya,
kata orang bijak lainnya; angkatlah tanganmu lalu gapailah musim dan temukan jalan ke tanah yang di telah di janjikan, percayalah pada dirimu dengarkan suara ini dari hatimu lalu pejamkan matamu dan kau akan temukan jalan keluar dari kegelapan

Minggu, 13 Oktober 2013

bulan putih

hijau daun mengindahkan pandangan membuka imaji menuju masa depan
daun kering amat rapuh di genggam terlepas dari dahan dimakan usia
air hujan air kehidupan memberi banyak harapan untuk setiap kehidupan mejadi pahlawan menolong laju pertumbuhan
Roda-roda mulai berputar mengarungi waktu yang di lawan, seorang anak muda terdampar dalam perjalanan menuju pulang terdiam merasakan tempat yg kusam